December 13th, 2006 by irwankupang
By Irwan Reynaldo Louis
02:30-Thursday, November 10, 2005
Budak-budak waktu
Mencoba pecahkan
Teka-teki waktu
Mengecap racun
Bersulang madu
Hanya menikmati cahaya redup
Namun aku masih dapat bernyanyi merdu
Karena aku bukan budak waktu
Seandainya bisa
Aku ingin berkaki macan
Agar aku dapat berlari kencang
Atau sepasang sayap elang
Agar dapat mengarungi
Badai berangin
Membawa dua panji kesuksesan
Satu ku tancapkan ke dunia
Satu ku kibarkan di surga
Menikmati buah-buah ranum
Dan melihat Tuhan tesenyum
Itulah saatnya ku berkata
Ah…indahnya mati..
Bukan sebagai budak waktu
Posted in Uncategorized | No Comments »
December 13th, 2006 by irwankupang
By Irwan Reynaldo Louis
02:03 am-Monday, April 28, 2003
Basah, hangat
Ada diatas segala nikmat
Mistery, extasy
Ada aksi ada reaksi begitu pula ereksi
Sumber asal segala baik
Segala buruk
Itu tergantung
Namun Ia tidak tergantung
Ia adalah liang
Mampu pacu degup jantung
Karena ialah liang
Karunia, kutukan
Terserah yang punya
Jangan sungkan
‘Tuk terus berupaya
Mungkinkah itu suci
Tentu. Semua masih mungkin
Mungkinkah itu putih
Itu tergantung
Namun ia tidak tergantung…
Posted in Uncategorized | No Comments »
December 13th, 2006 by irwankupang
By Irwan Reynaldo Louis
03:00 Am-Sunday, September 04, 2005
Pelancong kehidupan
Mengarungi waktu dengan perenungan
Berkendarakan pena dan carik kertas
Dalam dunia penat dan keras
Mencoba mengukir butir-butir duka
Memahat bulir-bulir suka
Dalam bingkai-bingkai puisi
Mengajak sesamanya saling mengisi
Membentangkan tangan diatas bukit
Atau gedung pencakar langit
Marasakan indahnya terbang
Atau sakitnya tumbang
Merasa bebas
Karena senyum masih gratis
Posted in Uncategorized | No Comments »
December 13th, 2006 by irwankupang
(by Irwan Reynaldo Louis)
12:55 am-February 03, 2003
Tertangkap indera
Terperangkap dalam simpati
Ungkapan ukiran surgawi
Ciptakan ritme-ritme nadi
Aku jatuh tersentuh
Walau dia asing untuk ku
Namun hati merengek meminta
Mau-mau
Pengen-pengen
Namun sang cupid tak kunjung membidik
Aku baru saja menjebloskan diri
Dia berpaling
Dia pergi
Meninggalkan partikel-pertikel memori
Aku,dia berkelanjutan
Kedua arah berbeda
Hanya sekali itu saja
Simphony dalam memory ku
Takan terusik zaman
Posted in Uncategorized | No Comments »