Archive for January, 2007

LORONG RINDU

Monday, January 22nd, 2007

By Irwan Reynaldo Louis

04:05 Am; Saturday January 15,2007

Aku keliru ketika ku berjalan dalam lorong rindu

Lorong yang sempit

Yang hanya berisikan wangi, coretan, guratan dan lukisan mu

Ku kira lorong yang kita jalani akan bertemu

Di satu titk waktu

Namun aku keliru

Lorong rindu itu kini telah berganti dekorasi

Lorong itu kini telah berjendela

Melalui jendela itu aku melihat

Daun-Daun kering gugur

Terbawa aliran air ke muara segar

Lorong itu masih sempit

Namun telah dihiasi warna ceria yang lain

Maafkan aku kali ini aku tak ragu

Melangkah untuk bertemu di suatu titik waktu

ROMANTISME YANG MENJALAR

Thursday, January 11th, 2007

By Irwan Reynaldo Louis

03:05 Am, Thursday February 05, 2004

Romantisme yang menjalar

Mengapa begitu sukar mengakar?

Karena insan masih beku

Semua masih diam terpaku

+

Seandainya semua miliki

Romantisme yang menjalar

Semuanya terasa lancar

Tiada lagi perang

+

Beruntunglah semua yang pernah

Diterangi dan ditaburi

Romantisme yang menjalar

Karena mereka baru saja

Mengecap hidup

HAEPPI NYU YEAR

Sunday, January 7th, 2007

By Irwan Reynaldo Louis

12:50 Am, Monday, December 01, 2003

Ku berpaling dan kuamati

Satu lagi gerbang terlewati

Menutup dan semua pun jadi sejarah

Terkecap sudah senang dan sedih

Terucap sudah buruk dan baik

Ikut tertanam dalam gerbang itu

Kini ku berdiri di depan gerbang baru

Bersama cita dan angan

Ku genggem baik dan senang

Sebagai bekalku, sumber kuatku

Dan bertumbuhlah baikku

Menjadikan ku bijak

‘Tuk berpijak pada jalan berliku

Yang terbentang dalam gerbang baru

Tepat di hadapan ku

HAEPI NYU YEAR

SI BODOH

Sunday, January 7th, 2007

By Irwan Reynaldo Louis

03:05 Am, Monday, April 28, 2003

Si bodoh jatuh cinta

Semuanya terasa indah

Si bodoh terus berangan

Namun si bodoh hanyalah si bodoh

Anganpun jadi kenangan

Lebur menjadi debu

Ia tak berani menyatakan cintanya

Ia membiarkan dirinya tersiksa

Ia membiarkan kesempatan mengentutinya

Karena ia hanyalah si bodoh

Kini hanya bisa melongo

Melihat dia bahagia bersama yang lain

Si bodoh hanya ditemani lolongan anjing

Si bodoh hanya dihiburi angin

Karena si bodoh tetaplah si bodoh

Yang takkan bisa merasakan indahnya dunia

Tatkala cinta datang menjemputnya

LIANG II

Tuesday, January 2nd, 2007

By Irwan Reynaldo Louis

Monday, April 28, 2003

Gelap, lembab

Ada di atas segala takut

Misteri dimensi

Ada aksi tak ada saksi

Tujuan akhir dari segala asa

Dari segala sisa

Tempat siksa bagi yang kehilangan

Tatkala harus ada kenyataan

Di dalam liang

Yang akan hapus segala suka

Karena ialah liang

Sudahkah siap?

Dalam tiap-tiap hari

Agar bila saatnya nanti

Tatkala harus ada kenyataan di dalam liang

Yang akan hapus segala suka

Harus ada senyum

Harus ada kasih

Sehingga…

Tatkala harus ada kenyataan di dalam liang

‘Kan tetap bersuka

Walaupun ia adalah liang