Archive for December, 2006

MERRY CHRISTMAS

Wednesday, December 13th, 2006

By Irwan Reynaldo Louis

01:05 Am, Ichiyoubi, December 01, 2003

Dan dunia hambar pun disapaNya

Raja bermahkotakan kasih

Lahir dan menangis sebagai manusia

Isi langit, bumi dan maut takluk pada Nya

Butiran-butiran berlian mahkota ditanamkanNya

Dalam setiap hati manusia

Agar senantiasa terbias

Namun sayang banyak yang terus meredup

Natal…ingatkan saat datangNya

Ia menagih damai

Masihkah berlian itu tertanam di hatimu?

Masihkah berlian itu memancar?

Memberi terang dan rasa bagi sesama?

Hanya kamu yang tahu

MERRY CHRISTMAS

HADIR BARU

Wednesday, December 13th, 2006

By Irwan Reynaldo Louis

02:59am- July 23, 2003

Bersama waktu ku menyulam

Kadang tenggelam

Kadang melayang

+

Kuambil satu-satu sisa nafasku

Di dalam desah sesakku

Ku coba gapai sinar

+

Kini ku hadir

Kini ku lahir

Dalam satu sosok baru

+

Ada puji ada sukur

Atas segala indah dan suka

‘Tuk semua yang mengiringku

Aku berhutang

KETIDAK ABADIAN (kata-kata guci)

Wednesday, December 13th, 2006

By Irwan Reynaldo Louis

03:30-Mokuyoubi, December 13, 2006

Aku terpaku

Semua terpola

Alam datang

Alam pergi

Akupun tertawa

Melihat semua yang telah

Lahir ataupun diciptakan

Lucu dan Menyenangkan

Namun pada akhirnya

Hanya sia-sia belaka

Layu dan lalu

BUKAN BUDAK WAKTU

Wednesday, December 13th, 2006

By Irwan Reynaldo Louis

02:30-Thursday, November 10, 2005

Budak-budak waktu

Mencoba pecahkan

Teka-teki waktu

Mengecap racun

Bersulang madu

Hanya menikmati cahaya redup

Namun aku masih dapat bernyanyi merdu

Karena aku bukan budak waktu

Seandainya bisa

Aku ingin berkaki macan

Agar aku dapat berlari kencang

Atau sepasang sayap elang

Agar dapat mengarungi

Badai berangin

Membawa dua panji kesuksesan

Satu ku tancapkan ke dunia

Satu ku kibarkan di surga

Menikmati buah-buah ranum

Dan melihat Tuhan tesenyum

Itulah saatnya ku berkata

Ah…indahnya mati..

Bukan sebagai budak waktu

LIANG

Wednesday, December 13th, 2006

By Irwan Reynaldo Louis

02:03 am-Monday, April 28, 2003

Basah, hangat

Ada diatas segala nikmat

Mistery, extasy

Ada aksi ada reaksi begitu pula ereksi

Sumber asal segala baik

Segala buruk

Itu tergantung

Namun Ia tidak tergantung

Ia adalah liang

Mampu pacu degup jantung

Karena ialah liang

Karunia, kutukan

Terserah yang punya

Jangan sungkan

‘Tuk terus berupaya

Mungkinkah itu suci

Tentu. Semua masih mungkin

Mungkinkah itu putih

Itu tergantung

Namun ia tidak tergantung…

PELANCONG KEHIDUPAN

Wednesday, December 13th, 2006

By Irwan Reynaldo Louis

03:00 Am-Sunday, September 04, 2005

Pelancong kehidupan

Mengarungi waktu dengan perenungan

Berkendarakan pena dan carik kertas

Dalam dunia penat dan keras

Mencoba mengukir butir-butir duka

Memahat bulir-bulir suka

Dalam bingkai-bingkai puisi

Mengajak sesamanya saling mengisi

Membentangkan tangan diatas bukit

Atau gedung pencakar langit

Marasakan indahnya terbang

Atau sakitnya tumbang

Merasa bebas

Karena senyum masih gratis

SIMPHONY DALAM MEMORY

Wednesday, December 13th, 2006

                                                    (by Irwan Reynaldo Louis)

                                                           12:55 am-February 03, 2003

Tertangkap indera

Terperangkap dalam simpati

Ungkapan ukiran surgawi

Ciptakan ritme-ritme nadi

Aku jatuh tersentuh

Walau dia asing untuk ku

Namun hati merengek meminta

Mau-mau

Pengen-pengen

Namun sang cupid tak kunjung membidik

Aku baru saja menjebloskan diri

Dia berpaling

Dia pergi

Meninggalkan partikel-pertikel memori

Aku,dia berkelanjutan

Kedua arah berbeda

Hanya sekali itu saja

Simphony dalam memory ku

Takan terusik zaman